Iya, memang awalnya aku yg bersalah. Kemudian kamu meminta berpisah. Aku coba menahan tapi kamu tetap keras kepala dan aku pasrah.
Setelahnya kamu datang tanpa rasa bersalah tapi mimpiku sudah patah. Ditambah lagi kenyataan yang ku lihat semakin membakar amarah. Bagaimana bisa menyatukan pecahan kaca diatas puing puing kaca sebelumnya?
Iya, memang awalnya aku yang bersalah. Aku hanya ingin melihat bagaimana tanggung jawab seorang lelaki atas ucapan dan keputusan yang diambilnya atas dasar amarah. Bukan kah nilai seorang laki - laki dilihat berdasarkan kata - katanya? Sampai akhirnya aku melihat, bukannya aku yg memberi pelajaran. Tapi akulah yg mendapatkan pelajaran.
Untuk kamu masa lalu, terimakasih sudah memberi pelajaran atas semua ini. Sedikit pun aku tidak pernah merasa menyesal asal keputusan ini. Dan untuk kamu yang sekarang menjadi masa depanku, terimakasih telah datang di waktu yang tepat. Ternyata kamu lah segala jawaban dari doa yg ku istikharahkan selama ini. Bismillah, sekarang kita mulai menyusun kembali mimpi dan harapan yang pernah padam sebelumnya.
Selektif lah dalam memilih, karena memilih pasangan bukan hanya sekedar dari kata kata yg dia ucapkan tetapi bagaimana pembuktian dan tanggung jawab yang dia berikan. Bukan hanya berdasarkan nyaman, mapan atau tampan.
Jumat, 21 Februari 2020
Senin, 31 Oktober 2016
Jalan Kita
Suatu saat waktu akan menuntun kita pada sebuah persimpangan jalan, dimana aku dan kamu akan memulai sebuah perjalanan dan mimpi yang telah kita rancang masing masing.
Meskipun kelak kita akan berpencar menelusuri jalan masing - masing, kita harus percaya bahwa ini bukanlah akhir. Ini adalah sebuah awal dimana kita akan menentukan sebuah akhir yang indah.
Kelak jika kita dipertemukan di ujung jalan yang sama berjanjilah satu hal. Berjanjilah untuk saling menunggu satu sama lain. Namun seandainya kita sampai diujung jalan yang berbeda, ingatlah pertemuan kita saat kita masih bersama berjalan menuju ke persimpangan jalan itu. Karena aku percaya bahwa semua cerita pasti memiliki akhir yang indah. Meskipun jika nanti jalan kita berbeda aku harap kamu tidak pernah melupakan bagaimana kita mulai melangkah.
Meskipun kelak kita akan berpencar menelusuri jalan masing - masing, kita harus percaya bahwa ini bukanlah akhir. Ini adalah sebuah awal dimana kita akan menentukan sebuah akhir yang indah.
Kelak jika kita dipertemukan di ujung jalan yang sama berjanjilah satu hal. Berjanjilah untuk saling menunggu satu sama lain. Namun seandainya kita sampai diujung jalan yang berbeda, ingatlah pertemuan kita saat kita masih bersama berjalan menuju ke persimpangan jalan itu. Karena aku percaya bahwa semua cerita pasti memiliki akhir yang indah. Meskipun jika nanti jalan kita berbeda aku harap kamu tidak pernah melupakan bagaimana kita mulai melangkah.
Minggu, 03 Januari 2016
Untuk Kamu, Sepotong Martabakku.
Tetaplah seperti itu. Tetaplah menjadi bahu yang kokoh saat aku membutuhkan sandaran. Tetaplah menjadi seseorang yang menghapus air mataku saat aku tak mampu lagi membendungnya.Tetaplah menjadi seseorang yang selalu ada disaat seribu lelaki mematahkan hatiku.
Minggu, 02 November 2014
Jumat, 03 Oktober 2014
Minggu, 08 Juni 2014
Pecinta Dalam Diam
Terkadang yang terlihat diam dan paling tidak peduli adalah yang paling dalam memendam perasaan, yang paling dalam terluka dan yang paling peduli. Dia tidak berhenti mencintai, dia hanya berhenti menunjukkan perasaannya. Dia hanya takut mengetahui bahwa perasaannya yang begitu dalam tidak berarti apa-apa, dia hanya takut posisinya sudah digantikan oleh orang lain. Dia terlalu takut menunjukkan perasaannya, dia tidak siap menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Dia lebih memilih diam daripada harus mengambil resiko yang membuatnya semakin terpuruk. Yang dia lakukan hanya berdoa dalam diam, menanti sebuah keajaiban dari Tuhan. Ya, dia adalah seorang yang pengecut, seseorang yang hanya bisa menunggu dan menunggu sampai ia kelelahan dan berhenti berjuang dalam diam.
Langganan:
Postingan (Atom)