Senin, 17 Februari 2014

Laporan Ilmu Pangan Dasar - susu

Praktikum                    : 8
Judul Praktikum          : SUSU
Hari/Tanggal               : Selasa, 26 November 2013
Tempat                        : Laboratorium Pangan
Dosen                             : Zulfiana Dewi, SKM., MP
                                           Hj. Sari Novita, Sp., MP
                                           Rahmani,STP,MP

















Kata pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, Tuhan Yang Maha Esa, pencipta alam semesta dan segala isinya. Shalawat dan salam semoga tercurahkan keharibaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan mengenai SUSU dan  PRODUKNYA. Kami berharap laporan yang kami buat ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari para dosen serta teman-teman sekalian yang dapat membangun untuk penyempurnaan tugas kami.

                                                                                                Banjarbaru,  26 November 2013
















DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang

1.2  Tujuan                                                                                                                            

1.2.1    Tujuan Umum
1.2.2    Tujuan Khusus
Bab II Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian susu
2.2 Jenis-Jenis susu
2.3 Manfaat susu
Bab III Metologi
3.1 Alat dan Bahan
3.2 Cara Kerja
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
 Daftar Pustaka








BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang

Untuk melakukan sebuah praktikum kita terlebih dahulu harus mempersiapkan bahan dan alat yang diperlukan pada saat praktikum tersebut berlangsung.  Sebagian alat dan bahan ada yang sudah disiapkan oleh pihak kampus dan sebagian lagi dibawa oleh mahasiswa yang mengikuti praktikum itu sendiri.

Bahan yang diperlukan saat praktikum harus ada kelompok yang bertugas untuk berbelanja bahan pada saat sebelum melaksanakan praktikum.  Selain itu, ada juga kelompok yang bertugas untuk menyiapkan bahan sebelum praktikum dan kelompok kebersihan setelah praktikum selesai dilaksanakan.Praktikum ini sangat bermanfaat bagi kami karena menambah pengetahuan kami tentang hasil dari perikanan.

1.2 Tujuan
            1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui hasil dari perikanan.
            1.2.2 Tujuan Khusus
Untuk lebih mengetahui bagian-bagian yang terdapat pada hasil perikanan khususnya pada ikan peda dan haliling yaitu dengan memeriksa struktur, sifat fisik dan persentase daging yang dapat dimakan.








BAB II
 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia dan manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.[1] Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos.[2] Susu secara alami mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein, kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.
Ciri-ciri susu yang baik adalah sebagai berikut:
  1. Berwarna putih susu (putih kebiruan, atau kuning keemasan) dan kental
  2. Rasanya manis, agak asin (gurih), tidak asam atau kecut
  3. Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
  4. Aromakhas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
  5. Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
  6. Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak.
  7. Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan lain-lain.
2.2 Jenis - Jenis Susu
1.      Full cream
2.      Low fat
3.      Skim
4.      Evaporated milk
5.      Pasteurized milk
6.      Flavoured
7.      Calcium enriched
8.      UHT
9.      CLA (Conjugated Linoleic Acid)


2.3 Manfaat Susu
  • Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
  • Menurunkan tekanan darah.
  • Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
  • Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
  • Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
  • Mencegah diabetes tipe 2.
  • Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
  • Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.


BAB III
METOLOGI
3.1. Bahan
            Susu segar
            Susu kotak UHT
3.2. Cara kerja
            1. Warna
Pengamatan warna susu dilakukan secara organoleptik yaitu melalui pengamatan visual langsung.
2. Aroma dan Rasa
Rasa dan aroma susu diamati secara organoleptik, yaitu dengan pencicipan dan pembauan.  Pengamatan ini bertujuan untuk mengenal rasa dan aroma susu serta untuk mengetahui apakah rasa dan aroma susu menyimpang atau tidak.
3. Kelengketan ( Adhesiveness)
Sejumlah susu diteteskan pada sehelai kertas (untuk susu bubuk dicairkan), kemudian tempelkan kertas tersebut pada permukaan gelas.  Kertas akan lengket  seperti jika kertas tersebut diberi perekat.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1  Hasil
1.      Warna :
a.       Susu segar murni: Putih kebiruan
           
b.      Susu kotak UHT  : Putih kekuningan
          
c.       Perbedaan susu segar dan susu kotak UHT
           

2.      Aroma dan rasa
2.1  Aroma
a.       Susu segar murni : segar, berbau khas sapi dan aroma tidak menyimpang
b.      Susu  kotak UHT : aroma khas sapi dan aroma tidak menyimpang

2.2  Rasa
a.       Susu segar murni : segar, manis, gurih, sedikit asin
b.      Susu  kotak UHT : segar, tidak terdapat rasa asin.

3.      Kelengketan ( adhesiveness)
a.       Susu segar murni : menempel atau lengket
b.      Susu kotak UHT : menempel atau lengket
4.2 Pembahasan
            Warna susu umumnya adalah putih, dan kadar warna pada susu juga bergantung dari jenis makanan yang dimakan oleh individu betina yang menghasilkan susu. Warna susu normal biasanya berkisar dari putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu.
Kembali ke pelajaran fisika. Sebuah lingkaran dengan berbagai kompisisi warna, jika diputar pada kecepatan tertentu yang muncul hanyalah warna putih. Warna-warna lain; merah, biru, hijau dll, tidak muncul, mata kita seolah-olah ditipu oleh spectrum cahaya tadi. Kandungan susu terdiri dari 87% air dan 13% zat padat seperti protein, lemak dan sebagainya. Protein yang terkandung di dalam susu disebut 'Casein'. Protein Casein yang terdapat pada susu ini memiliki fungsi yang sama. Protein Casein telah membelokkan seluruh warna yang terkandung di dalam susu secara merata sehingga secara kasat mata susu terlihat berwarna putih. Casein juga sangat kaya kalsium, yaitu zat yang terdapat pada tulang, dan hal ini pula yang menyebabkan warna susu sama dengan warna tulang, yaitu putih.
Selain Casein ada pula krim tercampur dalam susu, yang merupakan lemak berwarna putih. Semakin banyak krim dalam susu, semakin putih warna susu tersebut. Coba saja  bandingkan susu rendah lemak atau tanpa lemak (low dan non fat milk) dengan susu biasa. Akan terlihat bahwa susu tanpa lemak berwarna lebih ke arah abu-abu ketimbang putih, karena kandungan krim di dalam susu telah dihilangkan. Lemak dan betakaroten yang larut menciptakan warna kuning, sedangkan apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan muncul. Sekarang tergantung dari jenis dan ras sapi, kambing, atau binatang lain penghasil susunya.  Terkadang susu terlihat berwarna putih kekuningan, yang disebabkan oleh kandungan Carotene yang cukup besar di dalamnya. Susu perahan sapi di peternakan daerah Jersey dan Guernsey, Amerika, berwarna putih kekuningan. Ada pula susu terlihat berwarna putih kehijauan. Ini disebabkan oleh kandungan zat riboflavin yang cukup besar.
Rasa susu yang murni terasa sedikit manis, agak asin, dan gurih, hal ini disebabkan karena adanya kandungan gula laktosa dan garam mineral yang terdapat pada susu. Banyak inovasi yang telah dilakukan oleh para peneliti atau para produsen penghasilsusu, dengan menambahkan berbagai rasa dan juga warna yang disukai oleh kita namun tidak mengurangi manfaat dan kandungan yang ada di dalam susu. Sehingga saat ini kita dapat menemukan susu yang berwarna merah muda, cokelat, atau hijau.
Susu UHT (ultra high temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjatCelcius) selama 2-5 detik (Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah seperti, susu segarnya. Proses Susu UHT Susu cair segar UHT dibuat dari susu cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan baku ,proses pengolahan danpengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi.
Kemasan multilapis ini kedap udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk, kedalamnya. Karena bebas bakteri perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi. Selain itu kemasan multilapis susu  UHT ini juga kedap cahaya sehingga cahaya ultra violettak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar ultraviolet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga.  Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Kontak panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna, aroma dan rasa khas susu segar ) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah. Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu,gizinya terutama vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar
menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein.
BAB V
KESIMPULAN
            Jadi, susu merupakan minuman yang sangat baik bagi tubuh karena dilihat dari fungsi umumnya sendiri yaitu sebagai penyempurna dari makanan yang kita konsumsi.  Komponen susu terdiri dari protein, lemak, gula laktosa, vitamin, dan mineral.  Susu yang baik mengandung jumlah bakteri yang sedikit, tidak dipalsukan, bersih, dan tidak mengandung spora mikroba pathogen yang dapat membahayakan tubuh. Tidak ada perbedaan kandungan antara susu sapi murni dengan susu kotak UHT. Bedanya hanya pada warna serta pengemasan susu UHT yang melalui proses pemanasan.
DAFTAR PUSTAKA

http://celotehsiboenda.wordpress.com/2010/06/14/mengapa-susu-uht/
http://walkingmagazines.blogspot.com/2012/07/kenapa-susu-murni-selalu-berwarna-putih_23.html





Tidak ada komentar:

Posting Komentar