Praktikum :
8
Judul
Praktikum : SUSU
Hari/Tanggal : Selasa, 26 November 2013
Tempat : Laboratorium Pangan
Dosen : Zulfiana Dewi, SKM., MP
Hj.
Sari Novita, Sp., MP
Rahmani,STP,MP
Kata
pengantar
Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, Tuhan Yang Maha
Esa, pencipta alam semesta dan segala isinya. Shalawat dan salam semoga
tercurahkan keharibaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Atas berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan laporan mengenai SUSU dan
PRODUKNYA. Kami berharap laporan yang kami buat ini dapat bermanfaat
bagi kita semua.
Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari
para dosen serta teman-teman sekalian yang dapat membangun untuk penyempurnaan
tugas kami.
Banjarbaru, 26 November 2013
DAFTAR
ISI
Bab I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan
Umum
1.2.2 Tujuan
Khusus
Bab II Tinjauan Pustaka
2.1 Pengertian susu
2.2 Jenis-Jenis
susu
2.3 Manfaat susu
Bab III Metologi
3.1 Alat dan Bahan
3.2 Cara Kerja
Bab IV Hasil dan Pembahasan
Bab V Penutup
5.1 Kesimpulan
Daftar
Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Untuk melakukan sebuah
praktikum kita terlebih dahulu harus mempersiapkan bahan dan alat yang
diperlukan pada saat praktikum tersebut berlangsung. Sebagian alat dan bahan ada yang sudah
disiapkan oleh pihak kampus dan sebagian lagi dibawa oleh mahasiswa yang
mengikuti praktikum itu sendiri.
Bahan yang diperlukan
saat praktikum harus ada kelompok yang bertugas untuk berbelanja bahan pada
saat sebelum melaksanakan praktikum.
Selain itu, ada juga kelompok yang bertugas untuk menyiapkan bahan
sebelum praktikum dan kelompok kebersihan setelah praktikum selesai
dilaksanakan.Praktikum ini sangat bermanfaat bagi kami karena menambah
pengetahuan kami tentang hasil dari perikanan.
1.2 Tujuan
1.2.1
Tujuan Umum
Tujuan
dari praktikum ini adalah mengetahui hasil dari perikanan.
1.2.2
Tujuan Khusus
Untuk
lebih mengetahui bagian-bagian yang terdapat pada hasil perikanan khususnya
pada ikan peda dan haliling yaitu dengan memeriksa struktur, sifat fisik dan
persentase daging yang dapat dimakan.
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Susu
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia
dan manusia.
Susu adalah sumber gizi
utama bagi bayi
sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi
berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk
dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.
Dewasa ini, susu memiliki banyak
fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu membantu pertumbuhan mereka.[1]
Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu membantu menopang tulang agar
tidak keropos.[2]
Susu secara alami mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin,
protein,
kalsium,
magnesium,
fosfor,
dan zinc,
pendapat lain menambahkan bahwa susu mengandung mineral
dan lemak.
Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu. Sekarang banyak susu yang
dikemas dalam bentuk yang unik. Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk
membeli dan minum susu. Ada juga susu yang berbentuk fermentasi.
Ciri-ciri susu yang baik
adalah sebagai berikut:
- Berwarna putih susu (putih kebiruan, atau kuning keemasan) dan kental
- Rasanya manis, agak asin (gurih), tidak asam atau kecut
- Cairannya konstan dan tidak menggumpal.
- Aromakhas susu, tidak bau asam, tengik atau bau amis.
- Kalau dituang dari gelas masih menempel di dinding gelas.
- Kalau dimasak akan terbentuk lapisan busa lemak.
- Bebas dari kotoran fisik seperti darah, debu, bulu serangga dan lain-lain.
2.2
Jenis - Jenis Susu
1.
Full cream
2.
Low fat
3.
Skim
4.
Evaporated milk
5.
Pasteurized milk
6.
Flavoured
7.
Calcium enriched
8.
UHT
9.
CLA (Conjugated
Linoleic Acid)
2.3
Manfaat Susu
- Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak-anak, susu berfungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
- Menurunkan tekanan darah.
- Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak dan mencegah gigi berlubang.
- Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam makanan.
- Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
- Mencegah diabetes tipe 2.
- Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
- Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena
kandungan susu akan merangsang hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.
BAB
III
METOLOGI
3.1.
Bahan
Susu segar
Susu
kotak UHT
3.2.
Cara kerja
1. Warna
Pengamatan
warna susu dilakukan secara organoleptik yaitu melalui pengamatan visual
langsung.
2.
Aroma dan Rasa
Rasa
dan aroma susu diamati secara organoleptik, yaitu dengan pencicipan dan
pembauan. Pengamatan ini bertujuan untuk
mengenal rasa dan aroma susu serta untuk mengetahui apakah rasa dan aroma susu
menyimpang atau tidak.
3.
Kelengketan ( Adhesiveness)
Sejumlah
susu diteteskan pada sehelai kertas (untuk susu bubuk dicairkan), kemudian
tempelkan kertas tersebut pada permukaan gelas.
Kertas akan lengket seperti jika
kertas tersebut diberi perekat.
BAB
IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
1. Warna
:
a. Susu
segar murni: Putih kebiruan

b. Susu
kotak UHT : Putih kekuningan

c. Perbedaan
susu segar dan susu kotak UHT

2. Aroma
dan rasa
2.1
Aroma
a. Susu
segar murni : segar, berbau khas sapi dan aroma tidak menyimpang
b. Susu kotak UHT : aroma khas sapi dan aroma tidak
menyimpang
2.2 Rasa
a. Susu
segar murni : segar, manis, gurih, sedikit asin
b. Susu
kotak UHT : segar, tidak terdapat rasa
asin.
3. Kelengketan
( adhesiveness)
a. Susu
segar murni : menempel atau lengket
b. Susu
kotak UHT : menempel atau lengket
4.2
Pembahasan
Warna susu umumnya adalah putih, dan kadar
warna pada susu juga bergantung dari jenis makanan yang dimakan
oleh individu betina yang menghasilkan susu. Warna susu normal biasanya berkisar dari
putih kebiruan hingga kuning keemasan. Warna putihnya merupakan hasil dispersi
cahaya dari butiran-butiran lemak, protein, dan mineral yang ada di dalam susu.
Kembali ke pelajaran fisika. Sebuah
lingkaran dengan berbagai kompisisi warna, jika diputar pada kecepatan tertentu
yang muncul hanyalah warna putih. Warna-warna lain; merah, biru, hijau dll,
tidak muncul, mata kita seolah-olah ditipu oleh spectrum cahaya tadi. Kandungan
susu terdiri dari 87% air dan 13% zat padat seperti protein, lemak dan sebagainya.
Protein yang terkandung di dalam susu disebut 'Casein'. Protein Casein yang terdapat pada susu ini memiliki fungsi
yang sama. Protein Casein telah membelokkan seluruh warna yang terkandung di
dalam susu secara merata sehingga secara kasat mata susu terlihat berwarna
putih. Casein juga sangat kaya kalsium, yaitu zat yang terdapat pada tulang,
dan hal ini pula yang menyebabkan warna susu sama dengan warna tulang, yaitu
putih.
Selain Casein ada pula krim tercampur dalam susu, yang
merupakan lemak berwarna putih. Semakin banyak krim dalam susu, semakin putih
warna susu tersebut. Coba saja bandingkan susu rendah lemak atau tanpa lemak
(low dan non fat milk) dengan susu biasa. Akan terlihat bahwa susu tanpa
lemak berwarna lebih ke arah abu-abu ketimbang putih, karena kandungan krim di
dalam susu telah dihilangkan. Lemak dan betakaroten yang larut menciptakan warna kuning, sedangkan
apabila kandungan lemak dalam susu diambil, warna biru akan muncul. Sekarang tergantung dari jenis dan ras sapi, kambing, atau
binatang lain penghasil susunya. Terkadang susu terlihat berwarna putih
kekuningan, yang disebabkan oleh kandungan Carotene yang cukup besar di
dalamnya. Susu perahan sapi di peternakan daerah Jersey dan Guernsey, Amerika,
berwarna putih kekuningan. Ada pula susu terlihat berwarna putih kehijauan. Ini
disebabkan oleh kandungan zat riboflavin yang cukup besar.
Rasa susu yang murni terasa sedikit manis,
agak asin, dan gurih, hal ini disebabkan karena adanya kandungan gula laktosa
dan garam mineral yang terdapat pada susu. Banyak inovasi yang
telah dilakukan oleh para peneliti atau para produsen penghasilsusu, dengan
menambahkan berbagai rasa dan juga warna yang disukai oleh kita namun tidak
mengurangi manfaat dan kandungan yang ada di dalam susu. Sehingga saat ini
kita dapat menemukan susu yang berwarna merah muda, cokelat, atau
hijau.
Susu UHT (ultra high
temperature) merupakan susu yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu
tinggi dan dalam waktu yang singkat (135-145 derjatCelcius) selama 2-5 detik
(Amanatidis, 2002). Pemanasan dengan suhu tinggi bertujuan untuk membunuh
seluruh mikroorganisme (baik pembusuk maupun patogen) dan spora. Waktu
pemanasan yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu
serta untuk mendapatkan warna, aroma dan rasa yang relatif tidak berubah
seperti, susu segarnya. Proses Susu UHT Susu cair segar UHT dibuat dari susu
cair segar yang diolah menggunakan pemanasan dengan suhu tinggi dan dalam waktu
yang sangat singkat untuk membunuh seluruh mikroba, sehingga memiliki mutu yang
sangat baik. Secara kesuluruhan faktor utama penentu mutu susu UHT adalah bahan
baku ,proses pengolahan danpengemasannya. Bahan baku susu UHT cair segar adalah
susu segar yang memiliki mutu tinggi terutama dalam komposisi gizi.
Kemasan multilapis ini kedap
udara sehingga bakteri pun tak dapat masuk, kedalamnya. Karena bebas bakteri
perusak minuman, maka susu UHT pun tetap segar dan aman untuk dikonsumsi.
Selain itu kemasan multilapis susu UHT ini juga kedap cahaya sehingga
cahaya ultra violettak akan mampu menembusnya dengan terlindungnya dari sinar
ultraviolet maka kesegaran susu UHT pun akan tetap terjaga. Setiap kemasan aseptik multilapis susu UHT
disterilisasi satu per satu secara otomatis sebelum diisi dengan susu. Kontak
panas yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu sensori (warna,
aroma dan rasa khas susu segar ) dan mutu zat gizi, relatif tidak berubah.
Proses pengolahan susu cair dengan teknik sterilisasi atau pengolahan menjadi
susu bubuk sangat berpengaruh terhadap mutu sensoris dan mutu,gizinya terutama
vitamin dan protein. Pengolahan susu cair segar
menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein.
menjadi susu UHT sangat sedikit pengaruhnya terhadap kerusakan protein.
BAB
V
KESIMPULAN
Jadi, susu merupakan minuman yang sangat baik bagi tubuh
karena dilihat dari fungsi umumnya sendiri yaitu sebagai penyempurna dari
makanan yang kita konsumsi. Komponen
susu terdiri dari protein, lemak, gula laktosa, vitamin, dan mineral. Susu yang baik mengandung jumlah bakteri yang
sedikit, tidak dipalsukan, bersih, dan tidak mengandung spora mikroba pathogen yang
dapat membahayakan tubuh. Tidak ada perbedaan kandungan antara susu sapi murni
dengan susu kotak UHT. Bedanya hanya pada warna serta pengemasan susu UHT yang
melalui proses pemanasan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://walkingmagazines.blogspot.com/2012/07/kenapa-susu-murni-selalu-berwarna-putih_23.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar