Selasa, 18 Februari 2014

Story of Secret Admirer


Mungkin tidak ada yang spesial untuk hari ini bagi semua orang. Tapi tidak untukku, kamu, dan dia. Hari ini tepat bertambahnya usiamu yang ke 20 tahun. Ku buka sekilas akun twitterku, begitu banyak ucapan dan doa berlalu lalang di timelineku. Ku buka akunmu, kulihat ucapan pertama dari seseorang yang sangat special bagimu. Seseorang yang ada di avatar twittermu, seseorang yang duduk disampingmu. Aku tersenyum, membayangkan betapa beruntungya dia memilikimu. Memiliki seseorang yang bertahun tahun ku kagumi dan hanya bisa ku lihat melalui media social, semuanya maya. Aku mulai gelisah, aku ingin menunjukkan bahwa aku juga turut berbahagia atas bertambahnya usiamu. Tapi tiba-tiba aku mulai merenung. Aku ingat posisiku, siapa aku? Bahkan menegurmu saja menjadi hal yang sangat awam bagiku.

Selama ini aku hanya mengenalnya melalui media social. Tidak pernah ada perbincangan secara langsung antara kami berdua. Kami hanya tersenyum sapa satu sama lain tanpa memulai perbincangan. Semua itu karena aku merasa kau terlalu istimewa sedangkan aku terlalu biasa untukmu. Bahkan untuk sekedar menjadi temanmu. Tapi kemudian logikaku berkata, kalau tidak sekarang kapan lagi aku bisa menyapanya? Sudah lama aku tidak berhubungan dengannya. Akhirnya kuberanikan diriku, ku buka profilnya, ku ucapkan selamat ulang tahun untuknya dengan emoticon senyum di akhir kalimat. Anggaplah ini adalah ucapan dari seorang teman. Iya, teman yang hanya bisa mengagumi dari jauh sejak kecil, teman yang diam-diam menyimpan perasaan untukmu, seorang teman yang terlalu takut menunjukkan perasaannya.

“Your tweet was posted!” artinya ucapanku sudah terkirim, aku hanya tinggal menunggu balasan, balasan yang sebenarnya bisa membuat emosiku terguncang. 2 jam kemudian kulihat kembali layar hp ku, kulihat ada pemberitahuan mention yang masuk, aku tersenyum dan jantungku berdebar. “Amiin o:) makasih ya” emosiku tak tertahankan lagi, senyumku langsung merekah, hanya dengan balasan sesingkat itu saja aku bisa tersenyum sepanjang malam dan lupa dengan seseorang yang selalu menghantui pikiranku. Begitu ajaibnya dirimu sampai aku lupa rasa sakit hatiku. Namun hal itu tidak berlangsung lama, aku kembali teringat “siapa aku?”. Kulihat kembali avatar twittermu, kulihat kau duduk dengan seorang gadis berjilbab sambil meniup lilin kue ulang tahunmu. Raut wajahnya yang malu-malu sambil tersenyum menunjukkan betapa bahagianya gadis itu. Sekilas terbayang bagaimana jika aku yang berada di posisi gadis itu. Tapi sudahlah, itu semua hanya hayalanku yang tak berujung. Dan jika aku benar-benar berada di posisi gadis itu, apakah kebahagian itu akan sama?. Aku mencoba menerima kenyataan. Kalian memang pasangan yang serasi. Sekali lagi, selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan aku harap dia benar-benar orang yang tepat untukmu, orang yang bisa menjaga dan membahagiakanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar